A.
PENDAHULUAN
Menurut hasil Survey Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian ibu di Indonesia sebesar
228 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab langsung kematian ibu
adalah karena infeksi sebesar 11%. Faktor yang melatarbelakangi kematian ibu
dan bayi baru lahir sangat kompleks. Penyebab kematian ibu yang terbanyak (90%)
disebabkan oleh komplikasi obstetri yaitu: perdarahan, infeksi dan eklampsi.
Data yang diperoleh dari Dinas
Kesehatan Sulawesi Utara tahun 2011 adalah 183/100.000 kelahiran hidup. Pada
tahun 2012 terjadi peningkatan Angka Kematian Ibu sebesar 186/100.000 kelahiran
hidup dengan jumlah kematiam ibu sebanyak 71 ibu, yang disebabkan karena
perdarahan 30 (42%), Eklamsi 15 (21%), Infeksi 6 (8%), dan penyebab lain 20
(29%).
Menurut laporan PWS KIA Dinas Kesehatan Kota Bitung tahun
2012 cakupan K1 4120 (101,6%), K4 3924 (97,2%), Persalinan oleh tenaga
kesehatan 3678 (95,4%), sedangkan data yang ada di Puskesmas Danowudu tahun
2012 cakupan K1 411 (110,8%), K4 380 (102,4%) dan persalinan oleh tenaga
kesehatan sebanyak 335 (94,6%). Data ini menunjukkan bahwa kesadaran ibu hamil
akan pentingnya pemeriksaan kehamilan sudah baik namun dalam memanfaatkan
tenaga penolong persalinan ibu masih memanfaatkan
tenaga non kesehatan. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab tingginya AKI.
Jumlah kematian ibu di Kota
Bitung pada tahun 2011 berjumlah 2 ibu dan meningkat pada tahun 2012 menjadi 4
kematian ibu. Jika ditemukan adanya komplikasi obstetri dan ibu tidak mengerti
tentang persiapan yang dibutuhkan menjelang persalinan, maka ibu tidak
mendapatkan pelayanan yang sesuai dan tepat waktu sehingga terjadi tiga
keterlambatan dalam rujukan, yaitu: Keterlambatan dalam pengambilan keputusan
untuk merujuk, karena ketidakmampuan ibu/keluarga untuk mengenali tanda bahaya,
ketidaktahuan kemana mencari pertolongan, faktor budaya, keputusan tergantung
pada suami, ketakutan akan biaya yang perlu dibayar untuk transportasi dan
perawatan di rumah sakit, serta ketidakpercayaan akan kualitas pelayanan
kesehatan, keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan, dipengaruhi oleh
jarak, ketersediaan dan efisiensi sarana transportasi, serta biaya,
keterlambatan dalam memperoleh pertolongan di fasilitas kesehatan, dipengaruhi
oleh jumlah dan keterampilan tenaga kesehatan, ketersediaan alat, obat,
transfusi darah dan bahan habis pakai, manajemen serta kondisi fasilitas
kesehatan.
Berdasarkan studi awal di
Puskesmas Danowudu data yang ada pada tanggal 01 Januari sampai 15 Februari
2013 terdapat 131 ibu hamil dan 57 diantaranya usia kehamilan trimester III.
Hasil wawancara yang dilakukan pada 12 ibu hamil yang datang memeriksakan
kehamilannya di Puskesmas Danowudu ditemukan 9 ibu hamil yang belum mengetahui
persiapan yang harus dilakukan menjelang persalinan, 3 ibu hamil mengatakan
persiapan persalinan yang terpenting adalah persiapan kebutuhan bayi baru
lahir. Persiapan persalinan yang direncanakan bersama bidan diharapkan dapat
mengurangi ketidaksiapan ibu saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan ibu
akan menerima asuhan yang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dengan perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan
B.
METODE
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan
rancangan Cross Sectional yaitu untuk memperoleh Hubungan pengetahuan
dengan perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan di Puskesmas
Danowudu Kota Bitung. Variabel Penelitian terdiri dari Variabel bebas yaitu
Pengetahuan ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan dan Variabel
terikat yaitu Perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan.
Definisi Operasional : Pengetahuan ibu adalah Segala sesuatu yang diketahui dan
dipahami oleh ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan meliputi
membuat rencana persalinan, membuat rencana pengambilan keputusan,
mempersiapkan transportasi, membuat rencana menabung, mempersiapkan peralatan
persalinan.
Penilaian untuk jawaban benar diberi nilai 1 dan jawaban
salah nilai 0. Kriteria penilaian sebagai berikut :
a.
Pengetahuan baik jika responden menjawab
pertanyaan benar sebanyak range 14 – 18 (76 - 100%)
b.
Pengetahuan cukup jika responden menjawab
pertanyaan benar sebanyak range 11 – 13 ( 56-75%)
c.
Pengetahuan kurang jika responden menjawan
pertanyaan benar sebanyak ≤10 (≤55%) atau range ≤10.
Perilaku
ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan adalah segala yang dilakukan
ibu dalam menghadapi persalinan meliputi membuat rencana persalinan, membuat
rencana pengambilan keputusan, mempersiapkan transportasi, membuat rencana
menabung, mempersiapkan peralatan persalinan. Penilaian skor 1 untuk melakukan
persiapan dan skor 0 untuk tidak malakukan persiapan persalinan. Kriteria
penilaian sebagai berikut :
a.
Perilaku Positif jika responden melakukan
persiapan persalinan sebanyak 9 – 18 (>50%)
b.
Perilaku Negatif jika responden melakukan
persiapan persalinan sebanyak 1 – 8 (≤50%)
Pelaksanaan
penelitian di Puskesmas Danowudu Kota Bitung pada bulan Februari - Juni 2013.
Populasi penelitian adalah semua ibu hamil trimester III berjumlah 57 ibu
hamil. Besar sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah total populasi
yaitu 57 ibu hamil. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner (daftar
pertanyaan) dan chek list tentang persiapan persalinan sebanyak 57. Teknik
Pengumpulan Data diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan daftar
pertanyaan (kuisioner) dengan bentuk wawancara dan lembar chek list kepada
responden. Dan Data yang diambil dari profil Puskesmas serta buku laporan
Puskesmas. Analisis data secara Univariat, Analisa Bivariat menggunakan uji chi-square
untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu hamil trimester
III dalam persiapan persalinan.
C. HASIL
1.
Analisis Univariat
Distribusi
Umur Responden di Puskesmas Danowudu menunjukkan distribusi umur responden yang
terdiri dari umur <20 tahun sebanyak 14 (24,6%), umur 20-35 tahun sebanyak
34 (59,6%) dan umur >35 tahun sebanyak 9 (15,8%). Distribusi Pendidikan
Responden di Puskesmas Danowudu Menunjukkan distribusi pendidikan responden
yang terdiri dari pendidikan SD sebanyak 10 (17,5%), SMP sebanyak 25 (43,9%),
SMU sebanyak 20 (35,1%) dan PT sebanyak 2 (3,5%).Distribusi Pekerjaan Responden
di Puskesmas Danowudu Menunjukkan distribusi pekerjaan responden yang terdiri
dari pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 52 (91,2%), honorer
sebanyak 2 (3,5%), mahasiswa sebanyak 2 (3,5%), dan PNS sebanyak 1 (1,8%).
Distribusi Paritas Responden di Puskesmas Danowudu Menunjukkan distribusi
paritas responden yang terdiri dari paritas <1 sebanyak 19 (33,3%), paritas
2-3 sebanyak 33 (57,9%) dan paritas >3 sebanyak 5 (8,8%). Distribusi
Pengetahuan Responden di Puskesmas Danowudu Menunjukkan distribusi pengetahuan
responden tentang persiapan persalinan di Puskesmas Danowudu yang terdiri dari
pengetahuan baik sebanyak 31 (54,4%) pengetahuan cukup sebanyak 14 (24,6%) dan
pengetahuan kurang sebanyak 12 (21,05%). Distribusi Perilaku responden di
Puskesmas Danowudu Menunjukkan distribusi perilaku responden tentang persiapan
persalinan yang terdiri dari perilaku positif sebanyak 44 (77,2%) dan perilaku
negatif sebanyak 13 (22,8%).
2.
Analisis Bivariat
Hubungan
pengetahuan dengan perilaku responden tentang persiapan persalinan di Puskesmas
dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel diatas menunjukkan
hasil analisis adanya hubungan antara pengetahuan responden dengan perilaku
persiapan persalinan (nilai p = 0,003).
D. PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini kepada 57
responden didapatkan hasil distribusi umur responden sebagian besar memiliki
umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 34 (59,6%). Usia ini merupakan usia yang aman
untuk berproduksi. Seperti teori yang mengemukakan bahwa usia reproduksi sehat
adalah umur 20-35 tahun, dimana pada usia ini organ reproduksi wanita sudah
mencapai kematangan sehingga siap untuk hamil, melahirkan dan nifas. Semakin
muda umur ibu maka semakin kurang perhatian serta pengalaman yang dimiliki ibu
hamil karena ketidaksiapan ibu dalam menerima sebuah kehamilan, selain itu usia
yang masih muda sistem reproduksi yang belum matang, sehingga akan berisiko
terjadi gangguan selama kehamilan. Hal ini akan berdampak pada persiapan
persalinan yang minim dan dapat berdampak buruk selama proses persalinan
berlangsung.
Distribusi
pendidikan responden sebagian besar masih memiliki pendidikan rendah (SD dan
SMP) yaitu sebanyak 35 (61,4%). Menurut teori mengemukkan bahwa, tingkat
pendidikan seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang karena penerimaan
dan pemahaman seseorang yang memiliki pendidikan tinggi lebih baik dibandingkan
dengan yang memiliki pendidikan rendah. Oleh karena responden sudah pernah
menerima informasi dari petugas kesehatan tentang persiapan persalinan maka meskipun
pada penelitian ini sebagian responden memiliki pendidikan rendah.
Distribusi
pekerjaan responden sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT) yaitu
sebanyak 52 (91,2%), dengan adanya akses informasi yang lebih banyak saat ini
maka meskipun sebagian responden bekerja sebagai IRT namun akses informasi dari
media tv, radio dan media cetak sudah lebih mudah didapat. Menurut teori
pekerjaan seseorang dapatmempengaruhi pengetahuan karena sumber informasi yang
didapat lebih banyak.
Distribusi
paritas responden yang terdiri dari paritas <1 sebanyak 19 (33,3%), paritas
2-3 sebanyak 33 (57,9%) dan paritas >3 sebanyak 5 (8,8%). Pengalaman pada
kehamilan sebelumnya membuat responden sudah pernah menerima informasi
kesehatan dan juga secara langsung responden sudah pernah melakukan langsung
persiapan-persiapan persalinan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuannya.
Pengetahuan
responden tentang persiapan persalinan di Puskesmas Danowudu sebagian besar
memiliki pengetahuan baik sebanyak 31 (54,4%), pengetahuan cukup sebanyak 14
(24,6%), dan pengetahuan kurang sebanyak 12 (21,05%). Perilaku responden
tentang persiapan persalinan sebagian besar telah memiliki perilaku positif
yaitu sebanyak 44 (77,2%). Perilaku positif diartikan sebagai tindakan yang
seharusnya dilakukan oleh ibu hamil trimester III dalam mempersiapkan
persalinan. Pengetahuan yang baik mendukung responden dalam berperilaku yang
positif. Juga tingkat pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi seseorang.
Hasil
analisis adanya hubungan antara pengetahuan responden dengan perilaku persiapan
persalinan (X² hitung sebesar 11.339ª > X² tabel sebesar 5.591 dan nilai p
= 0,003 atau lebih kecil dari p = 0,05 ) Berdasarkan hasil uji di
atas maka dipastikan hipotesis dalam penelitian ini diterima. Pengetahuan
responden dapat dipengaruhi oleh faktor informasi yang didapat baik secara
langsung maupun tidak langsung, penerimaan/pemahaman serta pengalaman. Menurut
teori yang menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dari
tingkat kesehatan salah satunya adalah pengetahuan yang merupakan predisposing
factor. Pernyataan tersebut didukung oleh WHO, bahwa pengetahuan yang
diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain dapat menentukan
seseorang untuk berprilaku tertentu. Selain itu juga tingkat pengetahuan
memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku persiapan persalinan Hasil
penelitian ini sejalan dengan peneliitan terdahulu yang menyebutkan bahwa ada
hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan persiapan persalinan.
E.
KESIMPULAN
1.
Pengetahuan ibu hamil trimester III dalam
persiapan persalinan di Puskesmas Danowudu Kecamatan Ranowulu Kota Bitung
sebagian besar adalah pengetahuan baik sebanyak 31 (54,4%).
2.
Perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan
persalinan di Puskesmas Danowudu Kecamatan Ranowulu Kota Bitung sebagian besar
adalah perilaku positif sebanyak 44 (77,2%).
3. Ada
hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan
di Puskesmas Danowudu Kecamatan Ranowulu Kota Bitung.
DAFTAR PUSTAKA
Montung, V. L., Adam, S. K., Manueke, I., Kebidanan, J.,
& Kemenkes, P. (2016). Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Ibu Hamil
Trimester Iii Dalam Persiapan Persalinan, 335, 44–49.
0 Komentar