EPIDEMIOLOGI
DIABETES MELITUS
Multiple
Choise
1. Diabetes
melitus yang terjadi selama kehamilan adalah……
a. Diabetes
melitus
b. Diabetes
melitus tipe I
c. Diabetes
melitus tipe II
d.
Diabetes
melitus gestasional
2. Diabetes
melitus yang diderita oleh anak-anak adalah diabetes tipe….
a. Diabetes
melitus
b.
Diabetes
melitus tipe I
c. Diabetes
melitus tipe II
d. Diabetes
melitus tipe
gestasional
3. Dibawah
ini yang bukan termasuk faktor risiko DM adalah…..
a. Merokok
b. Usia
c. Genetic
d.
Banyak
minum air putih
4.
Faktor risiko DM yang dapat dimodifikasi
atau diubah adalah…..
a.
Genetic
b.
Ras dan etnik
c. Berat badan lebih
d.
umur
5. Diabetes tipe I adalah diabetes yang terjadi karena
berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya…. penghasil
insulin pada pulau-pulau
Langerhans pankreas.
a. Sel
beta
b.
Pancreas
c.
Glukosa
d.
Enzim
6.
Kadar
glukosa dalam darah yaitu sekitar…..yang mana
dipertahankan dalam batas normal oleh regulasi dari hormon insulin dan
glukagon.
a. 70-140 mg/dl
b.
75-160
mg/dl
c.
80-120
mg/dl
d.
90-150
mg/dl
7.
Dibawah ini yang manakah termasuk ciri-ciri
diabetes melitus tipe II……
a. Gaya
hidup, riwayat keluarga, obesitas, umur
b.
Jenis
kelamin, usia, lingkungan,, ras
c.
Lingkungan,
budaya, usia, riwayat keluarga
d.
Gaya
hidup, lingkungan, jenis kelamin, obesitas
8.
Dibawah
ini yang merupakan faktor-faktor yang
diduga berperan memicu serangan terhadap sel beta antara lain, kecuali ……
a. Virus (mumps, rubella, coxsackie)
b. Toksin kimia
c. Sitotoksin
d.
Penurunan glukosa
9.
DM
Tipe I sekarang banyak dianggap sebagai penyakit autoimun yang diduga ada kaitannya dengan agen infeksius/lingkungan.
menyerang molekul sel beta pankreas yang ‘menyerupai’ protein virus sehingga
menyebabkan……
a.
Kadar glukagon plasma
yang meningkat
b. Destruksi sel beta
dan defisiensi insulin
c.
Sekresi insulin
d.
Sel α mengalami lisis
10.
Dibawah ini yang merupakan pencegahan sekunder
DM adalah…..
a.
Upaya
modifikasi faktor lingkungan dan perilaku
b. Deteksi
dini
c.
Mencegah
terjadinya komplikasi
d.
Mencegah
terjadinya kecacatan
Essay
1. Bagaimana
distribusi diabetes melitus berdasarkan karakeristik waktu?
Jawab:
Lamanya seseorang menderita penyakit dapat memberikan
gambaran mengenai tingkat patogenesitas penyakit tersebut. Peningkatan angka
kesakitan Diabetes Mellitus dari waktu ke waktu lebih benyak disebabkan oleh
faktor herediter, life style
(kebiasaan hidup) dan faktor lingkungannya. Komplikasi Diabetes Mellitus dengan
penyakit lain terkait dengan lamanya seseorang menderita Diabetes Mellitus,
semakin lama seseorang menderita Diabetes Mellitus maka komplikasi penyakit
Diabetes Mellitus juga akan lebih mudah terjadi.
2. Mengapa
kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko DM? jelaskan!
Jawab:
Merokok telah terbukti menjadi faktor risiko bagi diabetes
dan meningkatkan risiko komplikasi pada pasien diabetes. Ketika seseorang
merokok, pembuluh darah akan menyempit oleh zat-zat yang terkandung dalam
rokok. Belum lagi kandungan gula dalam darah yang dimiliki oleh penderita
diabetes. Gabungan keduanya akan menciptakan timbunan yang semakin menumpuk di
dinding pembuluh darah sehingga mengganggu sirkulasi darah. Merokok
terbukti meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin yang menyebabkan
tubuh tak lagi dapat memproduksi insulin dengan baik. Dan resistensi insulin kerap menuntun pada diabetes,
khususnya diabetes tipe dua. Diabetes tipe dua adalah bentuk yang paling banyak
terjadi pada perokok, mengingat diabetes jenis ini disebabkan oleh gaya hidup
yang tidak sehat. Tercatat, perokok memiliki kesempatan 30-40 persen untuk
mengidap diabetes dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok. Sementara itu,
mereka yang memiliki diabetes dan merokok terpapar
kemungkinan lebih besar memiliki diabetes yang tidak terkontrol.
3. Jelaskan
klasifikasi DM!
Jawab:
1) DM
Tipe-I
Diabetes
mellitus tipe 1, diabetes anak-anak (bahasa
Inggris: childhood-onset diabetes,
juvenile diabetes, insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM) adalah
diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah
akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau
Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Sampai
saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan
dengan diet maupun olah
raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan
berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu,
sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada
penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.
2) DM
Tipe-II
Diabetes
mellitus tipe 2 (non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM)
merupakan tipe diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan
metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen,termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormoninsulin, resistansi sel terhadap insulinyang disebabkan oleh
disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati
menjadi kurang peka terhadap insulinserta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot
luriknamun meningkatkan sekresi gula
darah oleh hati.Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom yang merupakan
kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia..
3) Diabetes
Mellitus Tipe 3
Diabetes mellitus gestasional atau diabetes melitus yang
terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan
keterlibatan interleukin-6 dan protein
reaktif C pada
lintasan patogenesisnya. GDM mungkin dapat merusak kesehatan
janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.
Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari
semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang
setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis
yang cermat selama masa kehamilan.
4.
Mengapa
hiperglikemia pada diabetes militus tipe II dapat mengakibatkan defisiensi
insulin?
Jawab:
Pada diabetes mellitus tipe II hiperglikemia sebagai akibat
defisiensi insulin relatif terjadi karena dua faktor utama yaitu resistensi
insulin dan gangguan sekresi insulin. Hiperglikemia terjadi karena insulin yang
disekresi tidak mampu untuk mentranspor glukosa kedalam sel, karena reseptor
insulin dimembran sel jumlahnya berkurang, sehingga glukosa dalam darah tetap
tinggi. Selain peningkatan kadar glukosa darah pada diabetes mellitus tipe II
juga terjadi peningkatan kadar insulin dalam darah atau dalam batas normal. Hal
tersebut terjadi karena hiperglikemia akibat resistensi insulin akan
terusmenstimulasi sekresi insulin oleh pankreas.
5.
Sebutkan
upaya untuk menurunkan gula darah dalam pencegahan sekunder!
Jawab:
1) Perencanaan makan yang baik dan
seimbang untuk mendapatkan berat badan idaman sesuai dengan umur dan jenis
kelamin
2) Kegiatan jasmani cukup sesuai umur
dan kemampuan pasien
3) Bila dengan pengaturan makan dan
aktifitas fisik belum berhasil mengontrol gula darahnya, maka diperlukan
obat-obatan, baik yang diminum atau suntik insulin
4) Perlu penyuluhan kepada pasien
mengenai berbagai hal berkaitan dengan diabetes dan komplikasinya

0 Komentar