Nama : Moch. Rizky Tandra
Stambuk : N 201 16 111
Tugas : cara-cara mengukur kepuasan kerja
1.Kepuasan Terhadap Pekerjaannya Sendiri
Setiap jenis pekerjaan yang
dilaksanakan oleh seorang karyawan tentunya akan menghasilkan motivasi dan
prestasi kerja yang merupakan bagian dari kepuasan kerja karyawan. Seorang
karyawan akan merasa puas akan pekerjaan yang dijalaninya apabila memenuhi hal
berikut:
a.
Pekerjaan tersebut dianggap sebagai
sesuatu yang pentingm dan memiliki manfaat.
b.
Karyawan menyadari betul tugas dan
tanggung jawabnya atas hasil dari pekerjaan yang telah dilakukan.
c.
Karyawan mampu memastikan bahwa
hasil kerjanya tersebut mampu mencapai nilai kepuasan.
Karakteristik
yang terdapat di dalam sebuah pekerjaan dapat menjadi faktor tepernuhinya rasa
puas dalam bekerja. Karyawan melakukan pekerjaannya dengan perasaan senang jika
pekerjaan tersebut dapat memberikan kesempatan bagi karyawan tersebut untuk
memaksimalkan kemampuan dan kecakapannya, memberikan berbagai pilihan tugas
yang ia senangi, dan memberikan feed back atau umpan balik yang sesuai dengan
harapan karyawan tersebut.
2. Kepuasan Terhadap Pemberian Gaji
Kepuasan terhadap pemberian gaji ini
tidak hanya mencakup nominal gaji yang didapatkan akan tetapi lebih kepada
kepuasan seorang karyawan pada kebijakan administrasi penggajian, adanya
berbagagai macam tunjangan, serta kepuasan terhadap tingkat kenaikan gaji.
3. Kepuasan Terhadap Promosi
Promosi merupakan salah satu jenis penghargaan yang
mampu memberikan kepuasan kerja pada karyawan. Promosi bisa dianggap sebagai
bentuk imbalan yang diberikan oleh perusahaan terhadap prestasi kerja yang
dihasilkan oleh karyawan tersebut.
4. Kepuasan Terhadap Atasan
Indikator lain yang memengaruhi kepuasan kerja
karyawan adalah kepuasan terhadap atasan. Kepuasan terhadap gaya kepemimpinan
atasan ini ternyata memberikan pengaruh yang cukup besat terhadap kepuasan
kerja karyawan. Terdapat berbagai macam tipe gaya kepemimpinan atasan yang
memengaruhi kepuasan kerja diantaranya atasan yang berorientasi terhadap
kinerja karyawan dan atasan yang menguatamakan partisipasi karyawannya.
Gaya kepemimpinan atasan yang mengutamakan kinerja
karyawannya akan sering memberikan perhatian pada karyawannya guna menciptakan
hubungan kerja yang baik. Bentuk perhatian tersebut bisa berupa pengecekkan
secara rutin terhadap kinerja karyawan serta memberikan arahan dan nasehat
secara personal terhadap karyawan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan
pekerjaannya.
Sedangkan gaya kepemimpinan atasan yang mengutamakan
partisipasi karyawan dapat digambarkan sebagai sikap terbuka yang diberikan
oleh seorang atasan sehingga karyawannya tersebut dapat berpartisipasi langsung
dalam mendiskusikan masalah pekerjaan yang berpengaruh terhadap kinerja
perusahaan.
5 Kepuasan Terhadap Rekan Kerja
Rekan kerja merupakan salah satu faktor yang
memengaruhi kepuasan kerja karyawan. Komunikasi yang berjalan dengan baik antar
sesama karyawan mampu meningkatkan kepuasan kerja dalam diri seorang karyawan,
apalagi jika rekan kerjanya tersebut memiliki kesamaan dalam bersikap sehingga
akan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan membentuk tali
persahabatan antar karyawan. Perasaan senang dan rasa persahabatan yang timbul
tersebut sangat berkaitan dengan kepuasan kerja karyawan.
Cara-cara
Mengukur Kepuasan Kerja
- Rating Scale
a.
Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ)
Pengukuran kepuasan kerja ini
dikembangkan oleh Weiss dan England pada tahun 1967. Minnesota Satisfaction
Questionare (MSQ) adalah suatu instrumen atau alat pengukur kepuasan kerja yang
dirancang sedemikian rupa yang di dalamnya memuat secara rinci unsur-unsur yang
terkategorikan dalam unsur kepuasan dan unsur ketidakpuasan. Skala MSQ mengukur
berbagai aspek pekerjaan yang dirasakan sangat memuaskan, memuaskan,
tidak dapat memutuskan, tidak memuaskan dan sangat tidak memuaskan. Karyawan
diminta memilih satu alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi
pekerjaannya. Skor yang tinggi mencerminkan skor
kepuasan kerja yang tinggi juga.
Alat ukur ini merupakan skala rating untuk menilai kepuasan kerja pada
pekerja yang menunjukkan sejauh mana pekerja merasa puas terhadap beberapa
aspek pekerjaan misalnya gaji. Skor yang tinggi mencerminkan kepuasan yang
tinggi pula. Terdapat dua jenis pertanyaan, yakni the short form MSQ dan the
long form MSQ.
1)
The
Long Form MSQ
Metode ini berisi
seratus pertanyaan yang bertujuan untuk memperkuat pengaruh lingkungan kerja
terhadap pekerja. Terdapat lima respon yang disediakan, yakni sangat tidak puas
(bobot=1), tidak puas (bobot=2), tidak merespon (bobot=3), puas (bobot=4), dan
sangat puas (bobot=5). Pertanyaan sejumlah seratus dibagi dalam lima jenis,
dimana tiap jenis terdiri dua puluh pertanyaan.
Keterangan:
1. Sangat
tidak puas (bobot = 1)
2. Tidak
puas (bobot = 2)
3. Tidak
merespon (bobot = 3)
4. Puas
(bobot = 4)
5. Sangat
puas (bobot = 5)
2).
The Short Form MSQ
Short Form
MSQ merupakan 20 daftar pertanyaan dari
The Long Form MSQ, dan terdiri dari 3 skala, yakni kepuasan intrinsik,
kepuasan ekstrinsik, dan kepuasan umum. Daftar jenis pertanyaann The Short Form MSQ :
Tabel
2.2 Pertanyaan The Short Form MSQ
|
No.
|
Pertanyaan
|
Skala
|
|
1
|
Ability
utilization. The chance to do something that makes use of my abilities.
|
1-5
|
|
2
|
Achievement. The feeling of
accompllishment I get from the job.
|
1-5
|
|
3
|
Activity.
Being able to keep busy all the time.
|
1-5
|
|
4
|
Advancement.
The chances for advancement on this job.
|
1-5
|
|
5
|
Authority.
The chance to tell other people what to do.
|
1-5
|
|
6
|
Company
policies and practices. The way company policies are put into practice.
|
1-5
|
|
7
|
Compensation.
My pay and the amount of work I do.
|
1-5
|
|
8
|
Co-workes.
The way my co-workers get along with each other.
|
1-5
|
|
9
|
Creativity.
The chance to try my own methods of doing the job.
|
1-5
|
|
10
|
Independence.
The chance to work alone on the job
|
1-5
|
|
11
|
Moral
values. Being able to do things that don’t go against my conscience.
|
1-5
|
|
12
|
Recognition.
The praise I get for doing a good job
|
1-5
|
|
13
|
Responsibility.
the freedom to use my own judgement.
|
1-5
|
|
14
|
Security.
The way my job provides for steady employment.
|
1-5
|
|
15
|
Social
service. The chance to do things for other people.
|
1-5
|
|
16
|
Social
status. The chance to be “some body” in the community.
|
1-5
|
|
17
|
Supervision-human
relations. The way my boss handles his men.
|
1-5
|
|
18
|
Supervision-technidal.
The competence of my supervisor in making decisions.
|
1-5
|
|
19
|
Variety.
The chance to do different things from time to time.
|
1-5
|
|
20
|
Working
conditions. The working conditions.
|
1-5
|
Keterangan :
1.
Sangat Tidak Puas
(bobot = 1)
2.
Tidak Puas (bobot = 2)
3.
Tidak merespon (bobot =
3)
4.
Puas (bobot = 4)
5.
Sangat puas (bobot = 5)
b.
Job Descriptive Index (JDI)
Job descriptive Index adalah suatu instrumen
pengukur kepuasan kerja yang dikembangkan oleh Kendall dan Hulin (1969). Dengan
instrumen ini dapat diketahui secara luas bagaimana sikap karyawan
terhadap komponen-komponen dari pekerjaan itu. Variabel yang diukur adalah kepuasan
terhadap pengawasan (supervisi), kepuasan terhadap rekan kerja, kepuasan dengan
pekerjaan itu sendiri, kepuasan terhadap gaji, dan kepuasan terhadap promosi.
Cara penggunaan JDI adalah dengan memberikan suatu set kata
untuk mendeskripsikan tentang apa yang mereka rasakan tentang beberapa aspek
pekerjaan mereka. Karyawan diminta untuk mengisi
evaluasi kepuasan kerja dengan “Y” jika setuju dengan pernyataan yang
diberikan, “N” jika mereka tidak setuju atau “?” jika tidak dapat memutuskan. Kemudian
dari hasil survey tersebut kemudian dapat diambil kesimpulan tentang status
kepuasan kerja karyawan.
Contoh JDI:
Pemberian skor untuk Job Descriptive Index adalah sebagai berikut
jika jawaban “Y”, maka nilainya 3. Jika jawaban “N”, maka nilainya -3 dan jika
memilih “?” maka nilainya 0.
c.
Pay Satisfaction Questionnaire (PSQ)
Pay Satisfaction Questionnaire merupakan sebuah daftar pertanyaan yang ditujukan untuk
menilai kepuasan kerja terhadap aspek pembayaran. Bentuk kepuasan gaji dalam
penelitian dapat diartikan bahwa seseorang akan terpuaskan dengan gajinya
ketika persepsi terhadap gaji dan yang mereka peroleh sesuai dengan yang diharapkan. Kepuasan
gaji diukur dengan empat dimensi yang berjumlah 18 item, dengan indikator
Tingkat Gaji (pay level) Kompensasi (benefits), Kenaikan Gaji
(pay raise), Struktur dan
Administrasi Penggajian (Pay structure and administration).
d.
Job Diagnostic Survey (JDS)
Job Diagnostic Survey dikembangkan oleh
Hackman dan Oldman (1975). Hackman dan Oldman. Alat ukur ini menunjukkan kaitan kepuasan kerja dengan
lima dimensi inti dari karakteristik pekerjaan, yaitu keanekaragaman
keterampilan (skill variety),
identitas tugas (task identity),
keberartian tugas (task significance),
otonomi (autonomy), dan umpan balik (feedback). Tujuan dari JDS
diantaranya.:
1)
Untuk memberi
pengalaman pada pekerja yang baru pertama kali masuk dunia kerja.
2)
Untuk mendapat respon
umpan balik yang potensial memberi motivasi pada pekerjaan masa lalu, sekarang
dan masa depan.
3)
Untuk mengidentifikasi
dan membandingkan karakteristik kritis dalam pekerjaan.
Tabel
2.3 Job
Diagnostic Survey (JDS) oleh Hackman dan
Oldham (1974)
|
No.
|
Daftar Pertanyaan
|
Skala
|
|
1
|
My
job provides a lot of variety
|
1-7
|
|
2
|
My
job allows me the opportunity to complete the work I start
|
1-7
|
|
3
|
My
job is one that may affect a lot of other people by how well the work is
performed
|
1-7
|
|
4
|
My
job lets me be left on my own to do my own work
|
1-7
|
|
5
|
My
job by itself provides feedback on how well I am performing as I am working
|
1-7
|
|
6
|
While
performing my job I get the opportunity to work on many interesting projects
|
1-7
|
|
7
|
My
job is arranged so that I have a chance and the ability to talk with
customer/clients
|
1-7
|
|
8
|
My
job has the ability to influence decisions that significantly affect the
organization
|
1-7
|
|
9
|
My
job provides me the opportunity of self-directed flexibility of work hours
|
1-7
|
|
10
|
My
job provides me with the opportunity to both communicate with my supervisor
and to receive recognition from them as well
|
1-7
|
|
11
|
My
job gives me the opportunity to use many new technologies
|
1-7
|
|
12
|
My
job arranged so that I have an understanding of how it relates to the
business mission
|
1-7
|
|
13
|
My
job influences day-to-day company success
|
1-7
|
|
14
|
I
am able to act independently of my supervisor in performing my job function
|
1-7
|
|
15
|
I
receive feedback from my co-workers about my performance on the job
|
1-7
|
Keterangan :
1.
Strongly
Disagree (bobot = 1)
2.
Disagree
(bobot = 2)
3.
Slightly
Disagree (bobot = 3)
4.
Undecided
(bobot = 4)
5.
Slightly
Agree (bobot = 5)
6.
Agree
(bobot = 6)
7.
Strongly
Agree (bobot = 7)
e.
Brayfield Rothe Index (BRI)
Brayfield dan Rothe (1951) mengemukakan bahwa
usaha yang sistematis untuk mengembangkan indeks kepuasan kerja telah dilakukan
oleh Hoppock pada permulaan 1930. Indeks itu terdiri atas empat pertanyaan di
mana masing-masing diminta untuk memilih 7 jawaban dengan menggunakan skala
interval dari yang paling sangat setuju (7) ke jawaban yang paling sangat tidak
setuju (1). Rentang nilai BRI adalah 18 (sangat rendah) hingga 90 (tinggi).
Tabel 2.4 Daftar Pertanyaan BRI
|
No.
|
Pertanyaan
|
Skala
|
|
1.
|
I feel fairly satisfied with my present job
|
1-7
|
|
2.
|
Most days I am enthusiastic about my work
|
1-7
|
|
3.
|
Each day of work seems like it will never
end
|
1-7
|
|
4.
|
I find real enjoyment in my work
|
1-7
|
|
5.
|
I consider my job rather unpleasant
|
1-7
|
f.
Pengukuran Kepuasan
Kerja berdasarkan teori Ketidaksesuaian (Discrepancy
Theory)
Pada teori ketidaksesuaian, puas / tidak
puas dilihat dengan dasar pertimbangan dua nilai, yakni ketidaksesuaian yang
dipersepsikan antara yang diinginkan dengan yang diterima dalam kenyataan dan
pentingnya pekerjaan yang diinginkan oleh individu.
Dua nilai diatas dapat diperjelas dengan
adanya teori motivasi. Prinsip dalam teori motivasi dapat digunakan untuk
mengukur kesesuaian persepsi pegawai dan kenyataan yang nantinya akan
menunjukkan tingkat kepuasan kerja pegawai. Berbeda dengan cara pengukuran-pengukuran
sebelumnya, metode ini memberi kebebasan penguji untuk membuat kuisioner
berdasar teori dari A.H.Maslow, Hezberg, Mc Clelland atau yang lain. Untuk
contoh dibawah digunakan teori dari Abraham Maslow.
Model dan skala yang digunakan dapat
berbeda antar penguji, namun poin yang harus ada dari kuisioner ini adalah:
1)
Kebutuhan Fisiologis
(gaji sudah mencukupi kebutuhan pangan keluarga inti)
2)
Keamanan (merasa aman
dari berangkat ke kantor sampai pulang ke rumah)
3)
Sosial (mengikuti
kegiatan outbound akhir tahun bersama
pegawai lain)
4)
Prestige (menjadi pegawai
teladan)
5)
Aktualisasi diri (dapat
mengembangkan potensi di tempat kerja)
Dari lima poin diatas, dibuat
pernyataan yang meminta jawaban responden sesuai skala yang ditentukan. Misal,
skala 1-5 untuk 1 yang paling sesuai dan 5 paling tidak sesuai. Skala yang
diberikan, dapat menunjukkan tingkat kesesuaian, semakin sesuai dengan
keinginan pekerja, berarti pekerja dianggap semakin puas terhadap pekerjaannya.
Contoh diatas hanyalah sebuah perumpamaan, pernyataan dan skala dapat dirubah
sesuai kebutuhan.
- Critical
Incidents
Teknik ini dikembangkan oleh Frederick Herzeberg dalam
penelitian motifasi dua faktor tentang faktor apa saja yang membuat karyawan
puas atau tidak puas. Sebagai
contoh misalnya apabila banyak pekerja yang menyebutkan situasi pekerjaan
dimana mereka mendapatkan perlakuan kurang baik oleh supervisor atau
sebaliknya.
- Interview
Teknik ini dilakukan dengan cara melakukan interview
terhadap karyawan secara individu. Untuk mengukur kepuasan kerja dengan menggunakan
wawancara yang dilakukan terhadap para karyawan secara individu. Dengan metode
ini dapat diketahui secara mendalam mengenai bagaimana sikap karyawan terhadap
berbagai aspek pekerjaan.
Contoh
kuesioner
Identitas Responden
Nama :
Alamat :
Telp :
Umur :
Jenis kelamin :
Pendidikan :
Jabatan kerja :
Masa kerja :
Petunjuk pengisian :
1.
Berilah tanda (√)
atau (X) pada salah satu jawaban di samping pertanyaan yang anda anggap
paling tepat.
2.
Pilih jawaban :
S: Setuju (3)
RG: Ragu-ragu
TS : Tidak setujuh
|
No
|
Pertanyaan
|
S
|
RG
|
TS
|
Total
|
Rata-rata skor
|
kategori
|
|||
|
Kepuasan
kerja Terhaadap Gaji
|
||||||||||
|
1
|
Saya merasa perusahaan sudah
memberikan gaji karyawan sesuai dengan standar yang berlaku.
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
2
|
Saya merasa perusahaan sudah
memberikan gaji yang dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
3
|
Saya menerimah gaji yang cukup dan
sesuai berdasarkan tanggung jawab
pekerjaan yang diberikan pada saya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
4
|
Saya menerimah gaji sesuai dengan
harapan saya dan sesaui dengan kompetensi yang dimiliki
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
5
|
Saya menerimah gaji lebih tinggi
dari apa yang saya kerja
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
6
|
Saya mendapat kesempatan untuk
memperoleh kenaikan gaji
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
7
|
Saya menerimah gaji berdasarkan prestasi kerja saya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
8
|
Saya merasa senang karena perusahaan menepati janji untuk
menaikan gaji sesuai dengan besaran yang di janjikan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
9
|
Saya menerimah tunjangan hari
rayasesaui dengan waktu yang di tentukan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Kepuasan
kerja terhadap promosi
|
||||||||||
|
1
|
Saya senang dengan dasar yang
digunahkan untuk promosi (kenaikan jabatan ) dalam perusaan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
2
|
Saya senang dengan promosi (kenaikan jabatan)
sering terjadi di perusahaan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
3
|
Saya senang dengan penilaian untuk promosi
berdasarkan prestasi dan hasil karyawan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
4
|
Saya merasa senang karena ada
kesempatan terbuka untuk diprmosikan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
5
|
Saya senang dengan tingkat
kemajuan karir karyawan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Kepuasan
kerja terhadap rekan kerja
|
||||||||||
|
1
|
Saya senang bekerja dengan rekan kerja yang
memberikan dukungan
yang cukup kepada saya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
2
|
saya senang bekerja dengan rekan
kerja yang saling membantu menyelesaikan pekerjaan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
3
|
Saya senang bekerja dengan rekan kerja yang bertanggung
jawab atas
pekerjaannya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
4
|
Saya senang bekerja dengan rekan
kerja yang memiliki motivasi kerja
yang tinggi
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
5
|
Saya senang bekerja dengan rekan
kerja yang dapat memberikan solusi
ketika ada masalah kerja
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
6
|
Saya senang bekerja dengan rekan
kerja yang dapat menciptakan
suasana kerja yang harmonis satu
dengan lainnya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Kepuasan
Kerja Terhadap Rekan Kerja
|
||||||||||
|
1
|
saya senang dengan atasan yang
dapat memberikan dukungan kepada
karyawan bawahannya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
2
|
Saya senang dengan atasan yang
mempunyai motivasi kerja yang
tinggi
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
3
|
Saya senang dengan atasan yang
mau mendengarkan saran, kritik dan
pendapat karyawan bawahannya
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
4
|
aya senang dengan atasan yang
memperlakukan karyawan
bawahannya dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
5
|
Saya senang dengan atasan yang
dapat memotivasi karyawan
bawahannya dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
6
|
saya merasa senang karena atasan
sudah memberikan bimbingan yang
baik pada karyawa
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
7
|
saya senang dengan atasan yang
dapat memperlakukan bawahannya
dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Kepuasan
Keja Terhadap Pekerjaan Itu Sendiri
|
||||||||||
|
1
|
Saya senang dengan pekerjaan yang
menarik dan menantang
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
2
|
Saya senang dengan pekerjaan saya
sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
3
|
Saya senang dengan tanggung jawab
yang ada dari pekerjaan saya saat ini
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
4
|
Saya senang dengan pekerjaan saat
ini karena sesuai dengan
kemampuan saya
Saya senang dengan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
5
|
pekerjaan saat
ini karena sesuai dengan pendidikan
/ pengalaman kerja karyawan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
6
|
Saya senang karena setiap pekerjaan
dapat terselesaikan dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
7
|
Saya senang karena mendapatkan
pengalaman baru dari pekerjaan saya
saat ini.
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
8
|
saya senang karena pekerjaan saya
didukung dengan fasilitas yang
diberikan perusahaan
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
9
|
Saya senang dengan pekerjaan saat ini.
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
10
|
Saya senang bekerja disini
|
|
|
|
|
|
|
|||
Jawablah
pertanyaan di bawah ini:
1. apakah
bapak / ibu/ saudara merasakan puas selama bekerja di perusahaan ini?
Ya :
Tidak :
2. apa
saja faktor yang menyebabkan bapak/ ibu/ saudara puas saat bekerja disini?
3. Apakah
menurut bapak/ibu/ saudara epuasan kerja berdampak positif atau negative pada
pekerjaan bapak/ibu/saudara?
Ya :
Tidak :
4. Apakah
ada upaya sendiri bapak/ibu/ saudarayang dilakukan untuk mencapai kepuasan pada
kerja perusahaan ini?
5. Berdasarkan
pertanyaan no 4, upaya bapak/ibu/ saudara lakukan untuk mencpai kepuasan kerja
sudahlah terselasaikan dengan baik?
Ya
:
Tidak
:
6. Apakah
upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan lepuasan erja pada pekerjaan
bapak/ibu/ saudara?
7. Apakah
selama ini perusahaan perna melakukan upaya meningkatkan kepuasan kerja
karyawan dalam bentuk menaikan jabatan (promosi) pada karyawan yang berorestasi
dalam bekerja?
8. Apakah
selama ini perusahaan perna memberikan bonus/ pengaegaan kepada karyawan yang
berkinerja baik dalam perusahaan?
9. Apalah
perusahaan sudah melkukan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmoni
untuk meningkatkan kepuasaan kerja karyawan?
0 Komentar